Langsung ke konten utama

Bagaimana Kalau Kita Hanya Menjadi Sebuah Opsi?

https://pin.it/6C4QQF7J1


Siapa kira bahwa setiap manusia bisa menjadi sebuah opsi di kehidupan manusia lain? Menjadi pilihan dari sejumlah alternatif, atau dalam penggunaan bahasa sedihnya bukan menjadi tujuan utama seseorang. Cukup menyedihkan jika terlalu dalam dipikirkan. Menerima fakta jika kita hanya menjadi opsi saat tujuan utama belum bisa digapai. Menerima fakta jika kita hanya menjadi tempat singgah saat tujuan utama belum bisa menjadi sungguh. 

Rasanya menyalahkan orang lain yang tidak mau menjadikan kita tujuan utama juga tidak benar. Mungkin hati kita yang terlalu berharap, supaya kita bisa menjadi tujuan utama dan bahagia bersama selamanya. Tapi ternyata cuma angan semata, ketika kita tahu fakta sebenarnya. Lalu, setelah tertampar fakta yang nyata itu... apa sebaik-baik hal yang harus dilakukan?

Jika logika berjalan waras, disuguhi fakta sedemikan rupa dan menyadari bahwa kita hanya menjadi pilihan, akan lebih baik jika kita menyudahi semua. Namun, meninggalkan semuanya yang setiap hari selalu ada, tidak semudah membalik lembaran buku bacaan kita. Logika waras tapi hati menyangkal keras, sama dengan omong kosong untuk melupakan semua yang sudah dilalui bersama. 

    Lalu, hal tepat apa yang harus kita lakukan?

Apa terus berjalan dan memaksa menjadikan kita sebagai tujuan utama adalah kebenaran? Tapi kata ibu, hal yang dipaksakan itu tidak baik pada akhirnya. Mungkin menerima kenyataan bahwa kita bukanlah jawabannya adalah hal lumrah yang bisa dilakukan, namun penuh kesakitan.

Tetapi, hal yang paling tepat adalah sejak awal tidak usah pernah "saling" dan memasuki kehidupan seseorang hingga menimbulkan banyak harapan. 

   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Drakor: Prison Playbook "Terima kasih, karena sudah menganggapku sebagai manusia"

                   https://pin.it/6YQFdApNG Buat yang suka drama Korea bergenre komedi, satu judul drama ini pastinya harus masuk list buat ditonton. Gua nggak sengaja nemu drakor ini, awalnya cuma cari referensi di Google, nemulah satu drama ini.  Drama ini berlatar di penjara Korea dengan peran utama seorang atlet baseball yang dipenjara karena membela adiknya dengan menyerang pelaku pelecehan adiknya. Nah ketika kita nonton drama ini, kita serasa dibawa ke kehidupan para narapidana yang ada di penjara Korea. Gua ga expect kalau penjara Korea ternyata sebersih dan senyaman itu. Hahaha, gua ngomong gini bukan berarti pengin di penjara di Korea yaaa. Drama ini berjumlah 16 episode. Tiga episode pertama drama ini, gua akuin sangat sangat membosankan. Kayak drama ini tuh masih bolak balik ke masa lalu Kim Je Hyuk yang menceritakan masa kejayaanya saat main base ball.  Tapi setelah tiga episode berlalu, mulai nih kelia...

Fatherless: Ketika Kehadiran Bapak Hanya Sekadar Hadir

                               https://pin.it/6RCwbmz Butuh keyakinan dan kekuatan yang kuat buat nulis ini.  Gua tahu istilah fatherless tuh belum lama, dan ternyata wah yang gua rasain selama ini tuh fatherless deh. Belum lama ini kan ada tuh survei yang mengatakan kalau di Indonesia tingkat fatherless tuh banyak banget. Jadi, ya wow gitu ternyata fenomena fatherless ini banyak dialami oleh kebanyakan anak bahkan sampai anak itu udah ga disebut anak-anak lagi alias udah dewasa. Menurut cnn.indonesia fatherless adalah kondisi di mana seorang anak yang tumbuh bersama ibunya tanpa kehadiran ayah baik secara fisik atau psikologis. Nah keadaan seperti anak yatim itu bisa disebut fatherless . Bukan cuma anak yatim, ternyata jika keadaan seorang anak, orang tuanya masih komplit tapi yang mendominasi kehidupan pertumbuhan mereka itu cuma ibu, juga bisa disebut fatherless . Maksudnya gimana sih...

Bukan karena Vibesnya yang Beda, tapi Emang Masanya Kita Itu Udah Habis.

                    https://pin.it/FuPdCqHZg Tahun demi tahun berhasil kita lalui dengan baik, yaa walaupun kadang agak tertatih-tatih. Tiba-tiba udah tahun baru, tiba-tiba juga, udah ramadhan lagi. Kalau ramadhan gini biasanya vibesnya beda, ga tau karena apa, tapi beda sama bulan-bulan lainnya.  Cuma, entah beberapa tahun terakhir ini vibes ramadhan udah beda aja rasanya, gue ngerasa biasa aja (padahal harusnya yaa jangan kek gitu). Entah karena emang kebanyakan sibuk urusan duniawi atau emang males aja, hadeh -_-. Vibesnya tuh udah nggak kayak dulu lagi, yang kita bisa ngaji sama temen sekampung, minta tanda tangan pak ustadz, jalan-jalan abis subuh. Ya kalau perkara itu emang masa kita aja udah habis. Udah ada kesibukan lain yang lebih penting dari sekadar jalan-jalan abis subuh bareng temen. Kemarin sempet baca di timeline, sebenernya bukan vibes ramadhan yang ilang, tapi vibes itu ada masanya. Kalau masih anak-anak...