Langsung ke konten utama

Postingan

Kenapa Ya, Menulis itu Lebih Lancar Kalau Kita Lagi Ga Baik-Baik Aja?

Ini sebenarnya salah, seharusnya menulis itu bisa dilakukan dalam kondisi apapun. Bukan di saat kita sedang ga baik-baik aja, bukan di saat diri kita ga punya siapa-siapa buat cerita, bukan di saat kita menganggap seluruh orang di dunia ini menyebalkan, bukan di saat kita nangis di pojokkan kamar karena merasa sendiri dan ngga ada siapa-siapa yang mau mengerti kita, bukan di saat kita marah karena terlalu lelah menghadapi kebijakan pemerintah yang makin ngawur setiap harinya. Harusnya menulis bisa dilakukan kapan pun entah apapun kondisinya. Tapi kalau gue berpendapat menulis itu akan lebih lancar ketika kita sedang ga baik-baik aja. Alasannya? Ketika kita sedang ga baik-baik aja dengan kehidupan kita, banyak emosi yang lama sekali kita timbun di dalam hati kecil ini yang kapan saja bisa meledak tanpa kita tahu di waktu kapan ia akan meledak. Lalu kenapa bisa jadi lancar? Karena dengan menulis entah apapun itu jadi satu perantara menyalurkan emosi kita yang sudah lama sekali kita penda...

Bagaimana Kalau Kita Hanya Menjadi Sebuah Opsi?

https://pin.it/6C4QQF7J1 Siapa kira bahwa setiap manusia bisa menjadi sebuah opsi di kehidupan manusia lain? Menjadi pilihan dari sejumlah alternatif, atau dalam penggunaan bahasa sedihnya bukan menjadi tujuan utama seseorang. Cukup menyedihkan jika terlalu dalam dipikirkan. Menerima fakta jika kita hanya menjadi opsi saat tujuan utama belum bisa digapai. Menerima fakta jika kita hanya menjadi tempat singgah saat tujuan utama belum bisa menjadi sungguh.  Rasanya menyalahkan orang lain yang tidak mau menjadikan kita tujuan utama juga tidak benar. Mungkin hati kita yang terlalu berharap, supaya kita bisa menjadi tujuan utama dan bahagia bersama selamanya. Tapi ternyata cuma angan semata, ketika kita tahu fakta sebenarnya. Lalu, setelah tertampar fakta yang nyata itu... apa sebaik-baik hal yang harus dilakukan? Jika logika berjalan waras, disuguhi fakta sedemikan rupa dan menyadari bahwa kita hanya menjadi pilihan, akan lebih baik jika kita menyudahi semua. Namun, meninggalkan semuany...

Setidaknya Tiap Satu Orang di Dunia Harus Punya Sosok Cho Yong Pil di Hidupnya

                      https://pin.it/1JgDIRTTI Welcome to Samdal-ri, salah satu drama Korea yang rilis di akhir tahun 2023. Gue baru sempet nonton di April 2024.  Drama Korea dengan latar kehidupan di pedesaan para pencari rumput laut alias kehidupan yang deket sama pantai. Drama ini sungguh memanjakan mata bagi orang-orang yang nggak sempet buat piknik ke pantai. Gue tertarik sama satu drama ini karena sering banget dibahas di X, walaupun pada saat itu gua ga ngikutin secara on going drama ini. Point penting yang gua ambil di drama ini adalah satu sosok yang punya nama "Cho Yong Pil" Sosok laki-laki muda yang pilih tinggal di desa, padahal dia punya 1001 potensi bekerja di kota bahkan di luar negeri. Cho Yong Pil ini punya alesan tersendiri kenapa dia milih tinggal dan bekerja di desa. Tonton aja, asli seru.  Menurut opini gue, tiap orang di dunia ini setidaknya bisalah punya satu sosok kayak Cho Yong Pil. Ora...

Katanya, Semua Demi Serdik.

                    https://pin.it/4RS0Qz1WU     Kabar itu gua dengar ketika kira-kira menginjak semester dua waktu gua kuliah S1. G aungan untuk mengikuti pendidikan satu tahun lagi bagi para sarjana pendidikan terus menyeruak digaungkan. Kaget mah pasti yaaa, apalagi gua udah terlanjur nyebur di perkuliahan bidang pendidikan. Gua pikir bisa nih abis lulus langsung jadi PNS, wqwq. Ternyata ga semudah itu weh. Susah. Rumit. Masih harus kuliah setahun lagi ternyata. Biar dapet poin plus. Di jaman S1 gua ga terlalu memikirkan itu, yang penting gua kuliah, ngumpulin tugas, presentasi, skripsi terus lulus. Singkat cerita luluslah gua di tahun 2022. Lega tapi bingung, habis ini mau ngapain. Mau kerja apa, soalnya gua lulus tapi bekal gua tuh masih nol :( Mau ngajar tapi kayaknya gua belum bisa banget, pokoknya rasanya noob dan kayak ga mungkin. Mau kerja di bidang lain, gua masih bingung mau nulis di CV keahlian gua apa ...

Bukan karena Vibesnya yang Beda, tapi Emang Masanya Kita Itu Udah Habis.

                    https://pin.it/FuPdCqHZg Tahun demi tahun berhasil kita lalui dengan baik, yaa walaupun kadang agak tertatih-tatih. Tiba-tiba udah tahun baru, tiba-tiba juga, udah ramadhan lagi. Kalau ramadhan gini biasanya vibesnya beda, ga tau karena apa, tapi beda sama bulan-bulan lainnya.  Cuma, entah beberapa tahun terakhir ini vibes ramadhan udah beda aja rasanya, gue ngerasa biasa aja (padahal harusnya yaa jangan kek gitu). Entah karena emang kebanyakan sibuk urusan duniawi atau emang males aja, hadeh -_-. Vibesnya tuh udah nggak kayak dulu lagi, yang kita bisa ngaji sama temen sekampung, minta tanda tangan pak ustadz, jalan-jalan abis subuh. Ya kalau perkara itu emang masa kita aja udah habis. Udah ada kesibukan lain yang lebih penting dari sekadar jalan-jalan abis subuh bareng temen. Kemarin sempet baca di timeline, sebenernya bukan vibes ramadhan yang ilang, tapi vibes itu ada masanya. Kalau masih anak-anak...

Katanya People Come and Go yang Akhirnya Kita Bakalan Sendiri, tapi Bisa Ngga Sih Kalau Akhirnya Kita Ga Sendiri?

  https://i.pinimg.com/564x/72/19/5b/72195b94a2463c7a3dadc2ebdcc03f84.jpg   Akhir-akhir ini kalimat people come and go sering banget lewat di timeline X, Instagram dan akun-akun media sosial lainnya. Bukan akhir-akhir ini, tapi udah dari tahun lalu juga. Sebenarnya arti dari kalimat bahasa Inggris ini apa sih? Menurut sebuah artikel yang pernah gue baca “ People come and go” ini berarti orang yang datang dan pergi. Nah sepenangkap gua People come and go” ini, adalah di mana suatu kondisi yang bakal kita alami secara berkelanjutan yang mana tiap orang yang kita kenal itu akan berada di beberapa masa di hidup kita, dan pada akhirnya dia juga akan pergi dari masa-masa hidup kita buat melanjutkan kehidupan yang baru dengan orang-orang yang baru pula. Gua rasa “ People come and go” ini sama halnya dengan kalimat “Setiap orang ada masanya, dan setiap masa ada orangnya”. Emang di kehidupan kita yang seperti roller coaster ini pasti bakal ada penumpang-penumpang yang pada suatu saa...

Review Drakor: Prison Playbook "Terima kasih, karena sudah menganggapku sebagai manusia"

                   https://pin.it/6YQFdApNG Buat yang suka drama Korea bergenre komedi, satu judul drama ini pastinya harus masuk list buat ditonton. Gua nggak sengaja nemu drakor ini, awalnya cuma cari referensi di Google, nemulah satu drama ini.  Drama ini berlatar di penjara Korea dengan peran utama seorang atlet baseball yang dipenjara karena membela adiknya dengan menyerang pelaku pelecehan adiknya. Nah ketika kita nonton drama ini, kita serasa dibawa ke kehidupan para narapidana yang ada di penjara Korea. Gua ga expect kalau penjara Korea ternyata sebersih dan senyaman itu. Hahaha, gua ngomong gini bukan berarti pengin di penjara di Korea yaaa. Drama ini berjumlah 16 episode. Tiga episode pertama drama ini, gua akuin sangat sangat membosankan. Kayak drama ini tuh masih bolak balik ke masa lalu Kim Je Hyuk yang menceritakan masa kejayaanya saat main base ball.  Tapi setelah tiga episode berlalu, mulai nih kelia...

Tentang Donor: Karena Semelekat Apapun Dia di Tubuhmu, Adakalanya Dia Harus Direlakan Demi Beberapa Kebaikan

                   https://pin.it/rlnqBdHha Bisa donor darah adalah impian gua sejak SMA. Tau kenapa gua bisa pengin? Awalnya sih gara-gara nonton drama Korea yang judulnya Playfull Kiss (Hahaha) ga nyambung banget asli. Tapi, iyaa gua pengin donor karena itu, si tokoh Oh Ha Ni ini sering banget donor dan memang itu prestasi yang dia punya sampe dia segede itu, wqwq. Makanya gua pengin nih bisa berkontribusi buat orang lain, tapi yang effortnya tuh ga harus tentang isi pikiran otak gitu. Yang ga harus mikir berat. Terlepas dari itu, gua emang pengin banget buat donor karena katanya kalau udah 50x kan bisa tuh ketemu presiden, yaa tapi ga tau usia berapa gua bisa nyampe donor ke-50.  Gua inget banget donor pertama gua tuh waktu SMA kelas 12. Bolos pelajaran Sosiologi, buat donor pertama kali di GOR sekolah. Gua sama classmeet waktu itu. Akhirnya setelah banyak seleksi, bisa tuh gua donor sama temen gua. Inget banget gua d...

Selamat Wisuda, Ternyata Kehidupan Setelah Drama Skripsi Lebih Mencekam dan Menakutkan

https://pin.it/1GxnXmo        Waktu itu dunia rasanya cukup berat perihal skripsi. Dari akhir semester 7 sampai hampir pertengahan semester 8 tanpa progres sama sekali. Malah keasikan kegiatan magang 6 bulan tanpa menyentuh kembali proposal yang telah diseminarkan. Teman-teman sudah mengurus surat penelitian sedangkan aku masih haha hihi shelving buku di perpustakaan. Teman-teman sudah menyusun bab 4 dan 5 sedangkan aku masih mengurus stock opname buku di close reserve .      Jangan ditanya tenang atau tidak, aku sudah mulai tidak fokus dengan magangku selam dua bulan terakhir. Akhirnya dengan pemaksaan yang cukup keras aku mulai bertanya bagaimana memina surat penelitian di fakultas, lalu aku mulai begadang di taman kampus bersama temanku untuk menyusun hasil analisisku. Pusing, ribet, kesal, dan bosan.      Jantung rasanya tremor ketika harus memijak halaman gedung pascasarjana lalu memasuki ruang dosen untuk berkonsultasi. Rasanya m...

Pergi Sendiri

                                     https://pin.it/2jUBZtj Benarkah berpergian di ruang publik sendirian itu memalukan dan menjadi kesalahan? Tentu tidak, bagian mana yang patut untuk dipermalukan kemudian disalahkan? Pergi sendiri bukan berarti tidak memiliki teman, benar? Terkadang seseorang lebih memilih sendiri dengan alasan banyak hal. Sudah terbiasa atau lebih nyaman pergi sendiri, dan mencoba adrenalin yang baru. Alasan klasiknya, tidak perlu merepotkan orang lain untuk bisa melanglang buana kemana saja. Jika kamu bertanya berapa kali aku pergi sendiri. Sudah banyak dan tak terhitung. Bahkan pergi bersama teman-temanku mungkin selama 21 tahun ini tidak sampai 20 kali. Haha, kamu bisa mengatakan aku introvert atau apalah.  Malam-malam ketika belum ada neng coro sering sekali aku pergi sendiri. Ya benar-benar sendiri, layaknya seorang yang siap hilang kapan pun.  Be...

Menjadi Perempuan

                                  https://pin.it/8tneHGN Selama gua hidup, menjadi perempuan itu ngga mudah. Asli sulit banget. Diskriminasi-lah, pelecehan, dibanding-bandingin, diatur, dan banyak lagi. Sesulit itu. Kalau laki-laki gimana sih? Kok gini amat jadi perempuan yak? Tapi gua nggak memungkiri, di zaman sekarang perempuan sedikit demi sedikit mulai bisa memerdekakan dirinya. Mereka bisa memilih karena pada dasarnya perempuan itu memang punya pilihan. Mereka bisa menentukan jalan mereka sendiri, keputusan mereka sendiri. Ya walaupun omongan orang lain dan stigma orang-orang itu bikin perempuan goyah dengan pilihannya.  Pengin ngga sih perempuan itu bisa semerdeka-merdekanya? Yang ga perlu ditanyain kapan lulus, kapan kerja, kapan nikah. Eh udah umur segini, masa iya lo masih sendiri aja. BISA GA SIH? BISA KAN HARUSNYA? Perempuan siapa pun itu, ini hidup lo sendiri kok. Ga perlu ...

Jalanan Lengang Pagi

                                 https://pin.it/6jgqzLO Ada nggak sih orang yang suka banget jalan kaki? Gua mau cari temen bisa diajak jalan-jalan pagi. Hahaha, enggak, bercanda. Kalau serius mah, kalau bisa gua harus bisa jalan pagi sama lo seterusnya, selama-lamanya. Makin ngadi-ngadi ya ini tulisan. Habis ini serius kok.  Jujur ya, jalan pagi abis subuh gitu seru banget weh. Seru banget,banget. Kayak dunia tuh baru persiapan mau menyongsong matahari dan kita bisa rasain itu. Kalau bisa gua lakuin selamanya gua pengin banget bisa lakuin jalan-jalan pagi habis subuh, tapi yang vibes ramadhan kayak gini. Beda tau vibes subuhan waktu ramadhan sama enggak. Gua suka banget subuhan di masjid walupun rumah gua jauh banget dari masjid. Nih gua cerita ya, rumah gua kan diujung timur nah masjid dusun gua itu di ujung barat (udah kayak lagu nggak tuh, haha). Waktu habis sahur gitu gua biasanya ...

Asik Banget, Kalau Bukber Itu Bahas Jaman Konyol Waktu Sekolah, Bukan Malah Flexing Apalagi Lomba Adu Pencapaian

                                  https://pin.it/1VeP19w Alohaa, manusia-manusia yang bersyukur banget karena hari ini masih diberi nyawa. Akhir-akhir ini karena emang lagi bulan puasa ya, trending topik seputar bukber tuh sering banget gua liat di twitter. Pas gua buka tuh trending, “Template nolak ajakan bukber”, “Tim yang seneng diajak bukber atau enggak seneng diajak bukber”, “Jasa rental kendaraan bukber”, Bukber pakai ini too much ngga ya?” Emang twitter berisi manusia-manusia di luar nalar, termasuk gua. Gua kaget banget ada timeline begini, ternyata bukber tuh fenomena yang nggak biasa aja ya sekarang. Bukber alias buka bersama, entah bersama orang tua, bersama pasangan, temen Paud, TK, SD, SMP, SMA sampe S2, temen kerja, yang penting adalah, buka puasa yang dilakukan bersama-sama. Bukber tuh asik sebenernya, kalau dilakukan bersama orang yang bener-bener lo deket, bener-bener lo ken...

Jadi Manusia Terlalu Sulit, Pengin Nyoba Jadi Kucing. Salah Nggak Sih?

                                 https://pin.it/3XgXg4D Hidup kadang nggak melulu mulus jalannya. Kadang bisa lewat jalan tol kadang juga lewat jalan antar kota antar provinsi yang lubangnya sudah seperti pori-pori wajah. Saking sulitnya teka-teki hidup ini dipecahkan, sering kali ada rasa pengin nyerah. Kalau pun masih sanggup menahan kesulitan hidup, mikirnya juga jadi aneh-aneh, hahaha. Emang ya jalan pikiran sama imajinasi manusia kadang di luar nalar. Rumitnya permasalahan manusia, pasti ada satu masa lo menyendiri dan melamun. Hahahaha. Iya weh, kadang gua sambil motoran bukannya fokus ngegas, tapi malah dua sampai lima detik ngalamun. Bahaya emang, tapi kejadian begitu sering terjadi tanpa sadar. Bisa juga waktu mau mandi atau makan bengong bentar mikirin hidup, iya kan? Sering nggak sih misal kan mau mandi bentar deh bengong dikit. Tiba-tiba udah sejam ngalamun. Melamun mah udah jadi...

Fatherless: Ketika Kehadiran Bapak Hanya Sekadar Hadir

                               https://pin.it/6RCwbmz Butuh keyakinan dan kekuatan yang kuat buat nulis ini.  Gua tahu istilah fatherless tuh belum lama, dan ternyata wah yang gua rasain selama ini tuh fatherless deh. Belum lama ini kan ada tuh survei yang mengatakan kalau di Indonesia tingkat fatherless tuh banyak banget. Jadi, ya wow gitu ternyata fenomena fatherless ini banyak dialami oleh kebanyakan anak bahkan sampai anak itu udah ga disebut anak-anak lagi alias udah dewasa. Menurut cnn.indonesia fatherless adalah kondisi di mana seorang anak yang tumbuh bersama ibunya tanpa kehadiran ayah baik secara fisik atau psikologis. Nah keadaan seperti anak yatim itu bisa disebut fatherless . Bukan cuma anak yatim, ternyata jika keadaan seorang anak, orang tuanya masih komplit tapi yang mendominasi kehidupan pertumbuhan mereka itu cuma ibu, juga bisa disebut fatherless . Maksudnya gimana sih...

Momen Ramadhan Mubarak

                                 https://pin.it/24bwfEh Hidup kalau ga ada yang ditunggu, rasanya tuh kayak ada yang hilang. Ramadhan, entah anak kecil, remaja, maupun dewasa pasti mereka menunggu masa ini datang, karena vibes dari bulan satu ini memang beda dari bulan-bulan yang lain. Jujur kalau aku bilang, lebih seneng nyambut ramadhannya dari pada nunggu idul fitrinya.  Serius, setelah gua menjajaki usia di 20 tahun ke atas ini, gua lebih seneng dan lebih bahagia banget menyambut ramadhan dari pada idul fitri. Beda kan kalau waktu kecil tuh, kayak mikir "Wah, puasa terus ntar idul fitri". Dulu tuh mikir senengnya cuma pas di hari lebaran itu, tapi pas puasa kayak yaudah puasa aja. Apa karena waktu kecil tuh, kalau lebaran pake baju baru, terus dapet angpau dari orang banyak jadi jatuhnya tuh lebih seneng di lebarannya, bukan puasanya. Bisa jadi gitu kali ya (?) Hahahha. Kalau diusia...

Tentang Ekspektasi dalam Sebuah Perjalanan

Sebuah perjalanan akan lebih menyenangkan dan berkesan apabila tidak direncanakan sama sekali. Pasti sering banget nggak sih, udah jauh-jauh hari nyusun rencana, plan A sampai Z, eh ternyata di hari H nggak sesuai sama rencana, lebih parahnya boro-boro terlaksana, kejadian juga enggak. Jiahahaha, siapa yang sering?  Gue sering banget, dari jaman SMP sampe sekarang hahaha, dan itu tuh bikin kesel, kesel banget gitu loh.  Tau nggak sih, ternyata perjalanan yang nggak terencana tuh bikin lebih terkenang dari pada kita udah ekspek sesuatu di otak kita. Entar kalau nggak sesuai rencana tuh kayak bad mood sendiri gitu. Serius, gua akhir-akhir ini sering ngelakuin perjalanan yang nggak terencana dan kayak iya weh lebih menantang gitu. Deg-degan jantungnya tuh lebih nyata, hahaha. Lah dikira degupan jantung saat ini palsu apa ya. Berbekal nggak menaruh ekspektasi apa-apa di perjalanan tuh bikin hati berasa “udah deh, udah jalan aja” ntar kejadian apa udah hadepin nanti aja...

Pembeli adalah raja, bukan. Pembeli dibully.

https://pin.it/21MQaE8 Sebagai anak kos, udah wajar banget buat makan itu beli di pokwe, warteg, ataupun burjo. Ngomong-ngomong, kemarin habis magang gua laper banget, karena emang pagi nggak sarapan dan cuma minum air putih aja. Jadi, sarapannya rapel sama makan siang. Brunch a.k.a breakfast and lunch hahaha. Kebiasaan anak kos. Akhirnya gua pilihlah warung makan yang beberapa kali gua datengin, tapi entah napa perasaan gua kagak enak. Gua beli nasi oseng & sambel kentang aja emang, sama gorengan. Iya gua sendiri, tapi bukan berarti sendiri bisa jadi bahan olokan.  Dari awal tu bapack-bapack udah kagak ramah banget sama gua. Entah perasaan gua atau emang nada bicara bapaknya gitu...tapi beberapa kali gua ke situ, perasaan enggak gitu kok. Tu bapack-bapack lagi ga mood apa gimana dah. Ga ngerti gua. Sialnya tuh bapak" jokes nya ga jelas banget, gua ga beli lauk (protein) aja diomongin depan gua. Asli males, ngeselin, kalau mau bercanda mah bercanda aja, tapi ga u...

Hijab Stories: Sebuah Keputusan & Perjalanan

                                   https://pin.it/1IQiyBq Gue mulai berhijab kisaran kelas 8 SMP, ya gue inget banget. Waktu itu idola atau kiblat berjilbab gue adalah Adiba anaknya alm. ustadz Uje. Tahu kan? Keren abiez sih dia, waktu itu. Sampe sekarang juga! Gue SMP di sekolah yang bukan negeri, alias swasta. Di mana pelajaran agama islamnya aja ada enam bos. Gilak, gue yang lulusan SD negeri plonga-plongo banget waktu itu.  Itu pilihan sekolah lu? Enggaklah. Tentu saja itu pilihan mamakku yang tercinta. Entahlah, mamakku pengin banget gue sekolah di situ, dengan waktu 3 tahun di sana, mamakku berharap dan berpikir gue bisa jadi sholehah kali ya (?)  Bayangin aja, temen-temen kecil gue pada sekolah di negeri dan gue mbelot sendiri ke swasta, disitulah gue merasa dan berpikir. Gue harus membanggakan diri dan sekolah gue gimana nih? Dulu, sekolah di negeri layaknya sebuah ke...

Fenomena Lebaran: Mau Maaf-maafan atau Ujian Sidang?

  https://pin.it/4UUIAza Hari raya Idul Fitri, hari paling ditunggu-tunggu umat Islam, tentunya setelah berpuasa kurang lebih 30 hari, ada juga yang 29 hari sih hyaa. Tergantung ngikut mana dah. Budayanya, ketika hari raya gini pasti memaafkan satu sama lain lah ya. Utamanya orang tua, ya kan? Gua harap pada minta maaf yang bener dah. Gua juga si, kalau bisa sampai nangis, keren. Tulus ya, moga-moga. Aamin. Tradisi di daerah gua yang muda-muda pasti keliling ke orang yang lebih sepuh. Pada saat seperti inilah momen berkumpul keluarga dimulai. Sejak pandemi covid mulai ada dua tahun terakhir ini, baru kali ini arus mudik mulai diperbolehkan. Akhirnya kembalilah momen lebaran yang penuh dengan keluarga-keluarga dalam satu rumah mbah buyut (gitu kan biasanya?) Seneng ketemu keluarga yang lain? Iya, apalagi mak bapak gue, atau bude-bude gue haha. Momen di mana obrolan panjang kembali dimulai sampai lupa kapan diakhiri. Sebagai anak yang masih muda, belom lulus kuliah, ga punya pacar, ...